Friday, September 16, 2011

Derita Maghrib Semalam;


Maghrib semalam waktu itu hujan turun renyai-renyai. Jalan jadi lincin dan sesak. Semua berubah menjadi mandom dan bergerak macam siputbabi haiwan moluska. Waktu ini hujan masih turun, cuaca jadi sejuk malah membeku. Mengiggil. Setiap saraf saya jadi kekejangan.

Saya ada disebelah engkau pada waktu itu. Dan engkau menyanyikan kisah duka tentang diri engkau yang porak peranda. Bagaimana engkau menghabiskan saki baki hidup yang melarat. Dan bagaimana engkau ditimpa kebuluran yang maha dahsyat. Dan bagaimana selama ini engkau mengikat kemas segala penderitaan itu di dalam poket baju kemeja lusuh saya. Tanpa saya sedar.

Lantas saya jadi bisu. Tak sangka selama ini engkau membungkam nista seorang diri. Saat itu dalam kepala otak saya macam ada skru yang tercabut dari engsel, melanton dan memusnahkan keegoaan saya sebagai seorang teman yang engkau sayang.

2 comments:

Azham Vosovic said...

cerita sedih.... mmg sedih...harap2 dia dapat pertolongan....

Sang Tekukur said...

@Azham Vosovic

Moga dipermudahkan semuanya